Sabtu, 20 Maret 2021

TIPS MANAJEMEN KEUANGAN UMKM..

Mendapatkan keuntungan yang besar setiap bulan tentu menjadi salah satu impian terbesar bagi setiap pelaku usaha. Maka,  yang bijak menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan bisnis. Jika uang tidak diatur secara cermat, maka pemasukan dan pengeluaran akan menjadi rancu. Para pelaku usaha harus memiliki strategi dan manajemen keuangan yang tepat.

Manajemen keuangan merupakan suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kegiatan keuangan dalam suatu bisnis. Termasuk kegiatan perencanaan, analisis, serta pengendalian terhadap kegiatan keuangan. Manajemen keuangan juga dapat diartikan sebagai seluruh aktivitas atau kegiatan bisnis yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan cara meminimalkan biaya serta upaya penggunaan dan pengalokasian dana secara efisien dalam memaksimalkan nilai bisnis. 

 

 Menyediakan Aneka Souvenir / Barang Promosi Perusahaan terbaik..


                     ✨        http://souvenirpromosi16.blogspot.com

 

silahkan hubungi kami disini..kami siap membantu kebutuhan Souvenir promosi usaha Anda...WA: 0812 80069079, 081326 800528
✨⛵๐Ÿฅ‡๐Ÿ†๐Ÿ’ผ๐ŸŽฉ๐ŸŽฝ๐Ÿ‘š
๐Ÿ’

Manajemen keuangan sangat menentukan langkah kedepan yang harus diambil oleh para pelaku bisnis. Berikut merupakan beberapa tips mengelola keuangan dalam UMKM:

1.       Memisahkan Uang Pribadi dengan Uang Bisnis

Kesalahan para pengusaha UMKM yang biasa terjadi dalam mengelola keuangan pada umumnya yaitu dengan menggabungkan uang usaha dengan uang pribadi mereka. Mengkin hal tersebut terjadi akibat pelaku usaha berpikir bahwa usahanya masih kecil sehingga tidak akan terjadi masalah apabila menggabungkan uang usaha dengan uang pribadi. Namun akibat yang akan terjadi yaitu, pelaku usaha akan sulit dalam membedakan antara pengeluaran pribadi dengan pengeluaran usaha. Alhasil kebutuhan pribadi akan sedikit demi sedikit menggerogoti dana atau saldo uang usaha. Agar tidak terjadi hal tersebut, maka solusinya adalah pisahkan uang pribadi dengan uang hasil usaha, misalnya dengan menyimpannya di dua akun bank yang berbeda.

2.       Menganggarkan Pengeluaran dengan Sebijak Mungkin

Hindarilah pengeluaran yang tidak penting bagi kemajuan bisnis, dan buatlah daftar prioritas kebutuhan serta anggarkan terlebih dulu hal mana yang menentukan perkembangan bisnis. Tanpa menggunakan perencanaan keuangan yang baik, maka akan cepat pelaku usaha berada ke dalam keadaan kekurangan dana. Sesuaikanlah antara target penjualan dan penerimaan kas dengan rencana pengeluaran. Urungkan rencana untuk belanja modal apabila hal tersebut tidak memberikan manfaat dalam peningkatan pendapatan. Lakukanlah analisa “cost and benefit” atau “untung rugi”.



 

3.    Menyediakan dana cadangan

Persiapkan dana untuk menghadapi keadaan darurat dengan cara memperkirakan masalah-masalah yang kemungkinan harus dihadapi pada saat menjalankan bisnis. Setelah itu, tentukan jumlah nilai dari dana cadangan tersebut. Sehingga hal ini dapat mengurangi dampak dari masalah yang datang secara tiba-tiba.

4.       Membuat Buku Catatan Keuangan

Sebuah usaha harus memiliki buku kas yang dapat digunakan untuk mencatat seluruh proses keluar masuknya uang usaha. Cocokan saldo uang yang ada dengan catatan yang dimiliki. Hal ini juga bertujuan untuk mengontrol lalu lintas uang dan memastikan agar tidak ada uang yang terselip. Kemudian tingkatkanlah kemampuan administrasi untuk mencatat penjualan dan biaya-biaya. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah catatlah saldo dari hutang piutang serta persediaan dan aset-aset tetap. Apabila mampu, gunakanlah sistem komputer agar dapat mempermudah proses pencatatan.

5.       Hitung Keuntungan dengan Benar

Dengan memperhitungkan keuntungan keuangan yang tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian terpenting pada saat menghitung keuntungan yaitu menghitung biaya-biaya baik yang masuk ataupun keluar. Sebagian besar dari biaya dapat diketahui secara langsung karena melibatkan uang tunai. Namun sebagian besar lainnya tidak berupa uang kas melainkan seperti penyusutan dan amotisasi. Selain itu perlu juga mencadangkan uang untuk dikeluarkan pada masa mendatang, seperti pajak atau bunga pinjaman.

6.       Sisihkan Keuntungan untuk Pengembangan Usaha

Pelaku usaha harus menyisihkan sebagian keuntungan usaha demi perkembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnisnya dengan mendorong serta mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang dianggap menguntungkan. Apabila semakin besar dan luas bidang suatu usaha maka semakin kompleks pula pengelolaan keuangannya.

Manfaat yang bisa diharapkan dari mempelajari manajemen keuangan adalah pengelolaan keuangan bisnis yang lebih terencana dan terkendali. Sehingga akibat dan konsekuensi yang ditimbulkan dapat dijelaskan secara logis. Selain itu, ada dasar penjelasan secara teoritis dalam manajemen keuangan. Hal ini dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena yang telah terjadi dalam bidang keuangan bisnis. Diharapkan dengan menerapkan manajemen keuangan yang baik dalam sebuah bisnis, keuntungan setiap bulannya dapat meningkat , serta keuangan usaha dapat tercatat dengan baik dan terkontrol.
Referensi:Jurnal Id Zahir Accounting

 

Ingin punya website tapi bingung cara buatnya?
Paket website Niagahoster solusinya!
 
.
๐Ÿ“ Keunggulan paket website Niagahoster?
✅ Web Hosting, Domain dan Tema website dalam satu paket
✅ Beragam pilihan tema website sesuai kebutuhan Anda
✅ Mudah dimodifikasi, tinggal edit saja
✅ Panduan lengkap
✅ Akses website cepat
✅ SEO Friendly
✅ 24/7 Live Chat Support
.
Niagahoster Mudah, Cepat dan Aman. ๐Ÿš€
.
๐Ÿ”ฅ Order Website Sekarang! ๐Ÿ”ฅ
✨๐Ÿƒ๐Ÿ’
๐Ÿ’ฆ


 .
๐Ÿ“š๐Ÿฅ‡

 

 

Jumat, 25 September 2020

Kunci Penting Dalam Penjualan

Saya selalu menekankan kepada semua klien saya bahwa salah satu factor paling penting di dalam meningkatkan penjualan bisnis Anda adalah seberapa besar “keyakinan” mereka dan tim penjual mereka terhadap produk atau jasa yang Anda jual.  

Ketika tim Anda ataupun Anda sendiri berbicara tentang keunggulan produk dan jasa Anda, apakah Anda dan tim Anda sendiri dengan senang hati telah memakai, merasakan, memakan, menjalani sendiri apa yang Anda jual itu?
Apakah mereka benar – benar sudah merasakan apa yang akan Anda ceritakan kepada calon pelanggan Anda?
 

Konveksi seragam Profesional® - Seragam Cengkareng dipercaya Ratusan Klien Sukses di seluruh wilayah Indonesia... 


 

 
Harga Terjangkau. Kualitas Terbaik & Jahitan rapi dan bergaransi ..
kami siap melayani kebutuhan seragam Anda dengan senang hati..
WA: 0812 80069079, 081326800528
๐ŸŒŸ๐Ÿ‘”๐Ÿ‘š๐Ÿ‘•๐Ÿ‘–๐Ÿ’ผ๐ŸŽ’๐Ÿงข๐Ÿƒ
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
 
 
Sebelum kita dapat menjual produk kita kepada orang lain, kita harus bisa menjualnya kepada tim kerja kita dan diri kita sendiri.
Kita harus menyukai produk kita dan dengan senang hati memakainya.  Bagaimana kita dapat meyakinkan orang lain untuk membeli produk kita apabila kita sendiri pun tidak yakin ?
 
Jika kita  tidak dapat menjual dengan penuh keyakinan, orang lain akan melihat produk atau jasa kita dengan cara yang sama.  Keyakinan muncul ketika kita percaya pada nilai/ value produk kita, dan kita ingin memberikan nilai tersebut kepada pelanggan kita.
Sebagai pebisnis kita harus bersemangat untuk memberikan manfaat kepada pelanggan kita, memikirkan kebutuhan dan kepentingan pelanggan kita, dan bukan melihat pelanggan kita hanya sebagai sumber uang semata.

Jika kita ingin pelanggan memahami produk kita, kita sebaiknya menunjukkan kepada mereka bahwa kita sangat meyakini produk kita, kita bahkan menggunakan, membawa, memamerkan dan membicarakan produk yang kita jual. Pelanggan kita akan berpikir dan merasakannya sebagai rekomendasi yang cukup kuat jika mereka melihat kita menggunakan produk tersebut.
 
Tetapi ingatlah meyakini produk kita bukan hanya setengah - setengah, bukan berarti tidak apa-apa bagi kita untuk menggunakan produk kita tetapi tidak menggunakannya pun tidak apa-apa.  Meyakini artinya kita benar-benar menyukai dan membutuhkan produk kita tersebut.
Menunjukkan keyakinan pada produk kita artinya kita memahami produk kita dan apa manfaatnya bagi pelanggan.  Jangan lupa untuk mentransfer semua keyakinan dan pengetahuan kepada seluruh tim kerja kita.  Jika kita dan tim kita tidak tahu segalanya tentang produk kita, bagaimana mereka bisa meyakinkan orang lain.

Namun ingatlah, meyakini sesuatu bukan berarti kita menjadi naif dan menutup diri dari feedback (umpan balik) yang kita dapatkan dari calon pelanggan Anda.  
Kunci penting dalam penjualan selain yakin pada produk kita, adalah mendengarkan pelanggan kita.   
Ada begitu banyak pebisnis dan tim penjualan yang  tidak tahu apa-apa tentang pelanggan mereka, mereka tidak tahu produk atau layanan bagaimana yang diharapkan pelanggannya.
 
Bahkan di kebanyakan kasus, mereka lupa meletakan fokus pikiran mereka untuk “memberikan manfaat” kepada pelanggan mereka. Mereka menjadi narsis akan diri sendiri, akan perusahaan mereka.
Semua keputusan membeli selalu terjadi di dalam pikiran pelanggan. Peperangan antara beli atau tidak, beli sekarang atau tidak, beli merek ini atau yang lain, beli dari perusahaan ini atau yang lain, semua terjadi di dalam pikiran mereka.
Fitur dan manfaat apa yang Anda anggap penting dan Anda tawarkan kepada pelanggan Anda, bisa jadi tidak mereka perlukan dan bahkan tidak mereka anggap penting sebagai hot button untuk membuat keputusan membeli.
 
Yakin akan produk dan jasa Anda bukanlah menjadi naif dan menutup mata. 
Merasa yakin (confident) sangatlah berbeda dengan merasa narsis ataupun sombong.  Ketika Anda merasa yakin, Anda tahu bahwa apa yang Anda lakukan, apa yang Anda jual sangatlah baik dan bermanfaat, namun Anda juga mengakui bahwa Anda selalu memiliki ruang untuk pertumbuhan (room for improvement) untuk menjadi lebih baik. 
Anda memandang pelanggan Anda sebagai mitra bisnis Anda bukan sebagai raja yang harus disembah – sembah dan dituruti semua kemauannya, atau bahkan hanya sebagai sumber uang Anda semata.  Put your customer in your sporlight, dan bertumbuhlah!
 
 


cariuangtambahan.jpg
 

Kita juga perlu bersiap untuk menghadapi dan mengatasi kekhawatiran yang mungkin dimiliki pelanggan tentang produk kita.  Sekali lagi cobalah untuk melihat produk kita dari sudut pandang pelanggan.  
Anda harus memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.  Ingatlah orang-orang membeli produk Anda bukan untuk membuat Anda kaya, melainkan karena mereka meyakini bahwa produk anda dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi atau membantu mereka untuk meraih harapan terdalam (hope) yang mereka idam – idamkan.
 
Kunci untuk memahami apa yang diinginkan atau dibutuhkan pelanggan Anda adalah dengan mendengarkan mereka. 
Saya pribadi sering memilih untuk turun langsung ke lapangan berinteraksi dengan para klien ataupun pelanggan – pelanggan di bisnis saya yang lain, bahkan terkadang hanya untuk sekedar berinteraksi dan mendengarkan cerita tentang hidup mereka, bukan tentang bisnis saya.
Namun sering kali banyak tim penjualan yang saya temui hanya berfokus menyampaikan penawaran mereka tanpa mau mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya. 
Mereka hanya meminta tanpa mau mendengarkan.

Kebutuhan untuk didengarkan bukanlah sesuatu yang hanya berhubungan dengan penjualan. Para guru perlu memperhatikan siswanya untuk membantu pendidikan mereka.  Pengacara perlu mendengarkan klien mereka dengan saksama untuk mempersiapkan kasus yang efektif. Mungkin contoh terbaik adalah psikiater.  
Anda jarang mendengar mereka berbicara.  Mereka ada di sana untuk mendengarkan. Dengarkan saat orang berbicara dengan Anda, semua orang perlu didengarkan!
 
Mendengarkan juga memainkan peran penting di semua kehidupan kita, bukan hanya dalam bisnis tetapi juga dalam kehidupan keluarga kita.  Apa yang dikatakan pasangan kita itu penting.  Begitulah cara cinta dan rasa hormat terhadap satu sama lain semakin dalam dan bertumbuh.  
Mendengarkan.  Berpikir.  Berbicara.
 
Jika kita adalah orang tua, mendengarkan sangatlah penting bagi anak-anak kita. Mereka punya sesuatu untuk diberitahukan kepada kita.  Mereka meminta bantuan kita untuk belajar. Jadilah orang tua yang penyayang.  Tunjukkan cinta dan perhatian yang pantas mereka terima.  Beri mereka perhatian penuh dan kesempatan untuk didengarkan.  
 
Banyak anak telah berbelok ke kiri di awal kehidupan karena mereka memiliki orang tua yang tidak pernah mendengarkan mereka.  
Mereka hanya memberi tahu mereka apa yang salah dengan mereka dan tidak mendengarkan apa pun yang dikatakan anak itu.  Tak lama kemudian mereka mulai percaya bahwa mereka tidak terlalu berharga.  Dan saat itulah masalahnya dimulai.  
Tidak ada yang lebih memuaskan dalam hidup selain mengetahui bahwa orang yang paling kita sayangi melihat dan mendengarkan mereka dengan cinta, rasa hormat, dan perhatian.

Ingatlah bahwa kebutuhan untuk didengarkan adalah keinginan universal, berhenti bicara hanya tentang diri Anda sendiri dan perhatikan baik-baik apa yang dikatakan orang lain kepada Anda.  Seni mendengarkan dengan baik adalah unsur penting dari semua orang sukses, karena mereka menjadi lebih mengetahui apa yang orang lain butuhkan. 
Dan mereka memenuhi kebutuhan itu dengan produk atau jasa mereka. 
If you want to be a millionaire, just help million people to achieve their hope in your business field.

warm Regards,
(sumber:Coach Sugeng Santoso)
 
 
 
www.akademibisnisdigital.com/#/starter/?ref=natabd9e&funnel=Starter1
 info selengkapnya klik disini...
 
 
betapa cepatnya perkembangan dari teknologi & internet.

Sekarang yang perlu anda ketahui adalah bagaimana untuk anda bisa belajar untuk memulai bisnis, menemukan produk yang tepat untuk anda jual , serta memanfaatkan internet dan sosial media untuk dalam melakukan promosi produk anda.
 
www.sindermargasari.blogspot.com
 

Apakah anda ingin memulai bisnis dan belajar bagaimana cara mengembangkan bisnis anda secara digital dengan potensi penduduk indonesia dengan pasar internet 175 juta orang itu ?
 
https://www.obralplus.net/?id=gemilangdollar